by

Penyakit Komorbid Yang Bisa Tingkatkan Risiko Kematian Pasien Covid-19

kemilaunews iklan

KESEHATAN – Kemilaunews. Pandemi yang dialami Indonesia saat ini sudah hampir berjalan selama 2 tahun, banyak korban meninggal yang disebabkab oleh wabah ini. Hal yang memperburuk pada pasien covid-19 disebabkan adanya komorbid.

Di tengah pandemi covid-19 komorbid adalah istilah yang sering di dengar dan juga disebut dapat memperparah infeksi virus corona SARS-CoV-2, bahkan sampai berujung kematian.

Apa itu komorbird dan bagaimana penanganan yang tepat bagi pasien covid-19 yang juga mempunyai komorbiditas? Berikut hal yang terkait dengan penyakit komorbid:

Apa itu komorbid?

Komorbid merupakan istilah untuk menjabarkan penyakit bawaan yang diderita oleh seseorang saat terserang suatu penyakit lainnya. Dapat disederhanakan komorbird akan diperparah dengan kehadiran penyakit lainnya karena orang tersebut sudah lebih dahulu mempunyai penyakit lain.

Dalam proses penyembuhannya, orang yang mempunyai penyakit penyerta akan berisiko mengalami hambatan ketika terserang penyakit lainnya. Tidak jarang ada yang menyebabkan komplikasi serius dan juga bisa menyebabkan kematian.

Misalnya saat Anda terinfeksi virus covid-19 akan berpotensi mengalami gejala yang serius jika mempunyai penyakit jantung. Penyakit jantung ini disebut sebagai komorbid.

Penyakit lain selain jantung yang dapat dikategorikan sebagai penyakit komorbid seperti stroke, diabetes, hipertensi atau tekanan darah tinggi dan asma. Penanganan pada orang yang mempunyai komorbid dilakukan secara khusus dan harus sedini mungkin karena mengingat komorbiditas bisa berdampak fatal.

Daftar Penyakit Komorbid yang Memperburuk kondisi Covid-19

Proses penyembuhan penyakit menjadi terhambat dengan adanya komorbiditas dan juga bisa memperparah gejala yang dialami oleh penderitanya. Begitu juga pada kasus covid-19 yang sebagian besar kematiannya terjadi pada pasien yang mempunyai penyakit penyerta.

Berikut daftar beberapa penyakit komorbid yang dapat memperburuk gejala Covid-19:

Tekanan Darah Tinggi

Dalam jangka panjang tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol akan berisiko menyebabkan kerusakan organ, seperti jantung dan ginjal. Tubuh yang seharusnya fokus pada perlawanan infeksi virus, saat terserang Covid-19 akhirnya harus terpecah untuk jantung dan ginjal yang mungkin bermasalah sehingga akan memiliki gejala yang lebih berat bagi yang memiliki hipertensi

Diabetes

Penyakit bawaan diabetes baik diabetes tipe 1 ataupun 2 menjadi salah satu  yang harus Anda waspadai jika menderita Covid-19. Anda yang memiliki penyakit diabetes daya tahan tubuh akan menurun saat diabetes yang tidak terkontrol.

Penyakit Kardiovaskuler

Penderita Covid-19 yang diteliti sekitar 11,7% mempunyai penyakit komorbid jantung dan pembuluh darah yang merupakan organ vital dalam bagian tubuh yang berfungsi buruk mengantarkan darah dan sejumlah nutrisi ke seluruh tubuh.

Proses transportasi nutrisi yang dibutuhkan untuk penyembuhan Covid-19 juga akan terpengaruh jika keduanya mengalami masalah. Penyakit kardiovaskuler yang menjadi komorbid pada Covid-19, seperti gagal jantung, lemah jantung atau kardiomiopat dan jantung koroner.

Penyakit Pernapasan Kronis

Bagi Anda yang mempunyai penyakit bawaan seperti gangguan pernapasan kronis akan lebih rentan terserang Covid-19 dan berisiko mengalami gejala yang lebih berat karena SARS-CoV-2 menyerang paru dan sistem pernapasan.

Penyakit bawaan yang perlu diwaspadai yang merupakan beberapa penyakit gangguan pernapasan seperti PPOK (penyakit paru obstruktif kronis), asma, dan fibrosis paru.

Kanker

Saat mengalami Covid-19 bagi Anda yang mempunyai penyakit komorbid kanker akan membuat Anda berisiko mengalami gejala berat karena sistem imun yang melemah diakibatkan oleh berbagai pengobatan kanker yang dilakukan.

Penyakit Ginjal Kronis

Penyakit bawaan yang dapat memperburuk gejala Covid-19 salah satunya adalah penyakit ginjal kronis. Orang yang menderita penyakit ginjal kronis tubuhnya akan menjadi lebih sulit melawan infeksi jika terinfeksi Covid-19 karena menjalani dialisis atau cuci darah yang menurunkan sistem imun tubuh. Namun meski begitu Anda harus taat pada jadwal dialisis sesuai anjuran dokter.

HIV

Penyakit infeksi HIV ini menyerang sistem imun tubuh sehingga orang yang menderita penyakit bawaan HIV/AIDS kemungkinan besar akan mengalami gejala yang lebih berat karena sistem imun yang lebih lemah, untuk melawan infeksi dengan tubuh yang bekerja ekstra keras.

Penyakit Hati (liver)

Penyakit liver juga dapat memperburuk kondisi Covid-19 yang merupakan salah satu penyakit komorbid. Kondisi Covid-19 akan lebih buruk dengan adanya penyakit hati akut yang meningkatkan pengeluaran enzim.

Anda perlu mewaspadai beberapa penyakit hati seperti yang  diakibatkan dengan mengonsumsi alkohol, hepatitis, perlemakan hati (fatty liver), dan sirosis.

Gangguan Saraf

Saat pandemi seperti sekarang ini, penyakit gangguan saraf seperti demensia dan Alzheimer juga berisiko memperberat gejala Covid-19. Perlu diwaspadai karena penyakit keduanya ini merupakan penyakit bawaan.

Orang dengan demensia dan Alzheimer lebih berisiko terhadap Covid-19 hal ini disebabkan karena keduanya bermasalah berkaitan dengan memori yang menjadi penyebabnya.

Peraturan protokol kesehatan yang harus ditaati oleh semua orang akan rentan dilanggar oleh orang dengan masalah kognitif ini. Disamping itu jika terinfeksi Covid-19 orang dengan masalah gangguan saraf ini berpotensi dirawat di rumah sakit.

Gangguan Autoimun

Penyakit komorbid berikutnya adalah gangguan autoimun yang berhubungan dengan sistem imun yang juga dapat memperburuk gejala Covid-19. Untuk menekan sistem imun agar tidak kambuh, orang dengan gangguan autoimun seperti lupus atau reumatoid artritis baisanya mengonsumsi obat.

Kondisi Lainnya

Terdapat beberapa kondisi kesehatan lain selain penyakit di atas yang bisa membuat Anda berisiko terinfeksi Covid-19 seperti obesitas, perokok berat, hamil dan orang yang pernah menerima transplantasi organ.

Saat terinfeksi Covid-19 kondisi tersebut dapat membuat Anda lebih berisiko mengalami gejala berat.

Penanganan Pasien Covid-19 dengan Komorbid

Dibandingkan dengan pasien lainnya, penanganan pada pasien positif covid-19 dengan penyakit penyerta tentu saja akan berbeda dengan yang tidak memiliki penyakit penyerta.

Selain itu juga untuk peluang kesembuhannya, kebanyakan lebih mudah sembuh pada penderita covid-19 yang tidak memiliki komorbiditas. Tidak jarang beberapa diantaranya yang hanya merasakan gejala ringan atau tidak ada gejala sama sekali atau Orang Tanpa Gejala (OTG).

Dokter akan memberikan penanganan khusus pada pasien covid-19 dengan penyakit komorbid seperti pemasangan ventilator atau memberikan obat pengencer darah. Untuk mengatasi penyakit penyerta yang dimilikinya tersebut pasien juga akan diberikan obat-obatan.

Akan tetapi proses penyembuhan bisa jadi lebih lama bahkan banyak kasus yang akhirnya harus berujung kematian.  

Orang dengan Komorbid Bisa Mendapatkan Vaksin Covid-19

Pemerintah Republik Indonesia sudah memulai program vaksinasi covid-19 sebagai langkah untuk mengendalikan pandemi covid-19 yang ditujukan untuk seluruh rakyat Indonesia.

Namun proses vaksinasi belum bisa dilakukan pada penderita covid-19 yang memiliki penyakit penyerta karena belum ada uji klinis lebih lanjut. Hal ini karena mengingat vaksin yang diberikan masih terbilang baru. Kementerian Kesehatan RI telah menentukan syarat  orang yang boleh vaksin Covid-19 walaupun mempunyai komorbid, yaitu:

  • Tekanan darah tidak lebib dari 180/110 MmHg
  • Pada penderita diabetes belum sampai mengalami komplikasi akut dan dengan gula darah yang terkontrol
  • Telah sembuh dari penyakit kanker

Proses vaksinasi masih belum dapat dilakukan di luar ketentuan tersebut, sehingga sebelum divaksin calon penerima vaksin harus menjalani pemeriksaan terlebih dahulu. itu dia penyakit komorbid yang bisa meningkatkan risiko kematian pada pasien penderita Covid-19. Dengan mengetahui hal ini jika Anda memiliki salah satu komorbid wdiatas Anda harus lebih berhati-hati namun harus tetap tenang.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Lainnya